1 2 3 4
Tampilkan postingan dengan label CONTOH LAPORAN KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CONTOH LAPORAN KIMIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2013

CARA MUDAH MENGHAPAL TABEL PERIODIK



Dalam mempelajari bab Sistem Periodik Unsur, tentunya kita dihadapkan pada Tabel Periodik Unsur yang terdiri dari puluhan unsur. Seiring dengan berlangsungnya proses pembelajaran kimia, kita tidak akan terlepas dari unsur-unsur yang tercantum dalam Tabel Periodik Unsur tersebut. Berikut ini, sedikit tips dari saya untuk rekan-rekan netter kimia mania, untuk menghapal tabel periodik unsur,yang sampai sekarang pun saya masih menggunakannya untuk mengingat unsur-unsur tersebut. Check this out…!!

Golongan IA (ALKALI)
Unsur: H – Li – Na – K – Rb – Cs – Fr
Tips: HaLiNa Kawin Robby Cs Frustasi

Golongan IIA (ALKALI TANAH)
Unsur: Be – Mg – Ca – Sr – Ba – Ra
Tips: Beli Mangga Campur Sirup Banyak Rasa

Golongan IIIA (BORON)
Unsur: B – Al – Ga – In – Tl
Tips: BALGAINTI

Golongan IVA (KARBON)
Unsur: C – Si – Ge – Sn – Pb
Tips: Cerita Singkat Gegerkan SanPrabu

Golongan VA (NITROGEN)
Unsur: N – P – As – Sb – Bi
Tips: Nembak Pacar Asal Sabar Bisa

Golongan VIA (OKSIGEN)
Unsur: O – S – Se – Te – Po
Tips: OSaya Sedang Telepon Polisi

Golongan VIIA (HALOGEN)
Unsur: F – Cl – Br – I – At
Tips: Film Charles Bronson Idaman Ati

Golongan VIIIA (GAS MULIA)
Unsur: He – Ne – Ar – Kr – Xe – Rn
Tips: Heboh Negara Argentina Karena Xenat Runtuh

Untuk Golongan Transisi, ditekankan pada hapalan unsur yang sering muncul di soal-soal kimia, yaitu unsur-unsur yang terletak pada Periode Keempat pada tabel periodik, tapi hanya yang termasuk golongan transisi. Unsur- unsur tersebut adalah:

Unsur: Sc – Ti – V – Cr – Mn – Fe – Co – Ni – Cu – Zn
Tips: Suci Titip Verra Cari Mangan, Feri Cocok Nikahin Cucunya Zaenudin

Semoga Bermanfaat& selamat belajar!!!

http://narimocandiasri.blogspot.com/2011/04/cara-mudah-menghapal-tabel-periodik.html

Selasa, 02 April 2013

SEL VOLTA KIMIA


SEL VOLTA KIMIA

RANGKUMAN, SOAL DAN PEMBAHASAN SEL VOLTA KIMIA


Sel Volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan raksi redoks dan menghasilkan arus listrik.

Sel volta terdiri atas elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut anoda(electrode negative), dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katoda(electrode positif).
Susunan sel volta adalah :
Notasi sel : Y / ion Y // ion X / X
Logam X mempunyai potensial reduksi yang lebih positip dibanding logam Y , sehingga logam Y bertindak sebagai anoda dan logam X bertindak sebagai katoda.
Jembatan garam mengandung ion-ion positif dan ion-ion negative yang berfungsi menetralkan muatan positif dan negative dalam larutan elektrolit.

Contoh:

1. Gambarkan rangkaian sel volta yang terdiri atas elektroda magnesium dan seng, jika potensial electrode Mg2+/Mg = – 2,38 volt , Zn2+/ Zn = – 0,76 volt.

Jawab :

Gambar sel Volta elektroda Mg dan Zn
Penjelasan : potensial reduksi logam magnesium lebih negative dari potensial reduksi logam zeng, sehingga logam magnesium bertindak sebagai anoda dan logam seng bertindak sebagai katoda.
Sel volta merupakan alat untuk menghasilkan arus listrik dengan bantuan reaksi kimia. Dalam sel volta, oksidasi terjadi di salah satu elektroda, dan reduksi berlangsung di elektroda lainnya. Elektron akan bermigrasi dari satu elektroda ke elektroda lainnya akibatnya akan dihasilkan listrik yang berlawanan dengan aliran elektron.

a. Struktur Sel Volta 

Bila Anda celupkan dua logam dengan kecenderungan ionisasi yang berbeda dalam larutan elektrolit dan menghubungkan kedua elektroda dengan kawat, sebuah sel volta akan tersusun. Pertama, logam dengan kecenderungan ionisasi yang lebih besar akan teroksidasi, menghasilkan kation yang terlarut dalam larutan elektrolit. Kemudian elektron yang dihasilkan akan bermigrasi ke logam dengan kecenderungan ionisasi lebih rendah melalui kawat. Pada logam dengan kecenderungan ionisasi lebih rendah, kation  yang terlarut dalam larutan elektrolit akan direduksi dengan adanya elektron yang mengalir ke logam tersebut.
Dalam gambar diagram skematik sel volta di atas terlihat arah arus listrik berlawanan dengan aliran elektron, jadi arus listrik mengalir dari logam yang kecenderungan ionisasinya lebih rendah ke logam yang kecenderungan ionisasinya lebih tinggi. Kemudian yang perlu dipahami disini bahwa kation yang dihasilkan dari reaksi pada elektroda negatif (oksidasi) berbeda dengan kation yang bereaksi pada elektroda positif (reduksi).

Sel Galvani atau disebut juga dengan sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. reaksi redoks spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi Galvani dan Alessandro Guiseppe Volta.
Sel Volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik. Dalam sel tersebut terjadi perubahan dari reaksi redoks menghasilkan arus listrik.
Sel volta terdiri atas elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut anoda(electrode negative), dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katoda(electrode positif).

sel galvani terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
  1. voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel.
  2. jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan.
  3. anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi. pada gambar, yang bertindak sebagai anoda adalah elektroda Zn/seng (zink electrode).
  4. katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi. pada gambar, yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda Cu/tembaga (copper electrode).
Proses Dalam Sel Galvani
Pada anoda, logam Zn melepaskan elektron dan menjadi Zn2+ yang larut.
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e-
Pada katoda, ion Cu2+ menangkap elektron dan mengendap menjadi logam Cu.
Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s)
hal ini dapat diketahui dari berkurangnya massa logam Zn setelah reksi, sedangkan massa logam Cu bertambah. Reaksi total yang terjadi pada sel galvani adalah:
Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s)

JEMBATAN GARAM
     Jembatan garam biasanya berupa tabung berbentuk U yang diisi dengan agar-agar yang dijenuhkan dengan KCl. Jembatan garam berfungsi untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. Karena konsentrasi larutan elektrolit pada jembatan garam lebih tinggi daripada konsentrasi elektrolit di kedua bagian elektroda, maka ion negatif dari jembatan garam masuk ke salah satu setengah sel yang kelebihan muatan positif dan ion positif dari jembatan garam berdifusi ke bagian lain yang kelebihan muatan negatif.
     Dengan adanya jembatan garam terjadi aliran electron yang kontinu melalui kawat pada rangkaian luar dan aliran ion-ion melalui larutan sebagai akibat dari reaksi redoks yang spontan yang terjadi pada kedua elektroda.
     Jika kedua elektrolit pada sel dipisahkan sama sekali tanpa adanya jembatan garam, maka dapat dilihat bahwa aliran electron akan segera berhenti. Hal ini terjadi karena pada kedua elektroda terjadi ketidaknetralan listrik, di satu bagian  kelebihan muatan positif dan di bagian lain kelebihan muatan negatif. Dengan adanya jembatan garam dapat terjadi penetralan muatan listrik di setiap elektroda melalui difusi ion-ion, akan tetapi kedua larutan elektroda tetap dapat dijaga untuk tidak saling bercampur secara bebas, sebab kalau dibiarkan bercampur maka ion-ion Cu2+  akan bereaksi langsung dengan elektroda Zn, dan electron tidak akan mengalir melalui kawat pada rangkaian luar.
     Penggunaan agar-agar mempunyai keuntungan, diantaranya menjaga agar larutan elektrolit di  satu bagian elektroda tidak mengalir ke bagian elektroda lainnya saat permukaan kedua larutan elektrolit di kedua elektrolit berbeda.
     Adanya jembatan garam menyebabkan adanya pertemuan cairan elektrolit. Hal ini menyebabkan munculnya potensial perbatasan di kedua cairan, tapi potensial cairan-perbatasan (Ej) antara larutan KCl (pekat dalam agar-agar) dengan larutan encer pada setengah sel sangat kecil. Hal ini terjadi karena larutan KCl yang digunakan  pekat sehingga potensial perbatasan terutama ditentukan oleh ion-ion dari larutan tersebut, sementara ion-ion dari larutan encer  memberikan kontribusi yang dapat diabaikan terhadap potensial perbatasan.
     Karena mobilitas ion K+ dan Cl- dalam air hampir sama, maka ion-ion ini berdifusi keluar dari jembatan garam ke dalam larutan encer pada kecepatan yang hampir sama dan oleh karena itu potensial perbatasannya juga sangat kecil.
     Pertemuan cairan perbatasan dengan adanya jembatan garam ada dua pertemuan yakni antara KCl jenuh dengan kedua larutan encer dari setiap bagian elektroda. Hal ini akan semakin memperkecil potensial perbatasan nettonya karena adanya pengurangan sebagai akibat dari arahnya yang saling berlawanan.
Sel galvani atau sel volta merupakan salah satu sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik, karena terjadinya reaksi redoks secara spontan. Salah satu contoh sel galvani yaitu sel Daniell. Sel daniel yang telah dimodifikasi dapat dilihat pada gambar. Dalam suatu sel galvani perpindahan elektron terjadi secara tidak langsung (melalui kawat), karena kedua setengah reaksi dipisahkan ke dalam dua tempat yang dihubungkan dengan jembatan garam atau pembatas partisi berpori. Jembatan garam biasanya dibuat dari pipa berisi elektrolit KCl atau KNO3 yang diikatkan dengan agar-agar, yang berfungsi untuk memelihara kenetralan muatan pada masing-masing setengah sel.
Pada sel galvani masing-masing sel mengandung sebuah elektroda dan suatu elektrolit. Elektroda yang digunakan merupakan suatu konduktor listrik yang tidak bereaksi dengan larutan elektrolit. Elektroda dengan kutub negatif disebut anoda dan merupakan tempat berlangsung reaksi oksidasi, sedangkan katoda adalah elektroda dengan kutub negatif dan merupakan tempat berlangsung reaksi reduksi.
cara kerka jembatan garam
Untuk menetralkan kelebihan dan kekurangan muatan ini jembatan garam yang kaya akan ion, melepaskan ion negatif pada pada sel yang mengalami reaksi oksidasi dan melepaskan ion positif pada sel yang mengalami reaksi reduksi. Misalkan jembatan garam yang digunakan adalah KNO3, maka ion NO3‾ dilepaskan pada sel yang mengalami oksidasi dan K+ dilepaskan pada sel yang mengalami reduksi.
Sel Volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati yaitu disebut dengan diagram sel. Misalnya untuk rangkaian sebelumnya, yaitu
Anode ( reaksi oksidasi ) : Zn(s)—>Zn2+(aq)+2e-
Katode ( reaksi reduksi ) : Cu2+(aq)+2e-—>Cu(s)
Reaksi sel: Zn(s) + Cu2+(aq)—> Zn2+(aq) + Cu(s), Maka diagram selnya dapat dinyatakan sebagai berikut:
Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s)
Anoda (setengah sel oksidasi) dituliskan di sebelah kiri dan katode (setengah sel reduksi) dituliskan di sebelah kanan. Kemudian satu garis sejajar (|) menyatakan batas fasa yaitu adanya fasa yang berbeda, namun jika fasanya sama maka digunakan tanda koma. Dua garis sejajar (||) menyatakan jembatan garam yang memisahkan anode dengan katode. Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri dan ujung kanan diagram sel.

Perhatikan data sel volta berikut:
Diketahui :
Ag+(aq) + e- –> Ag(s)         Eo = +0,80 V
Zn2+(aq) + 2e- –> Zn(s)     Eo = -0,76
1. Pada gambar di atas, reaksi yang berlangsung di anode adalah ….
a.     Ag+(aq) + e- –> Ag(s)
b.    Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e-
c.     Ag(s) –> Ag+(s) + e-
d.     Zn2+(aq) + e- –> Zn(s)
Alasan Menjawab :
i)       Ag mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Zn
ii)     Zn mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Ag
iii)    Zn mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Ag
2. Pada gambar di atas, reaksi yang berlangsung di katode adalah ….
a.    Ag+(aq) + e- –> Ag(s)
b.     Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e-
c.     Ag(s) –> Ag+(s) + e-
d.     Zn2+(aq) + e- à Zn(s)
Alasan Menjawab :
i)       Ag mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Zn
ii)      Zn mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Ag
iii)   Ag mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Zn
3. Diagram Sel yang tepat pada proses sel volta tersebut adalah ….
a.     Zn(s) | Zn+(aq) || 2Ag(s) | 2Ag+(aq)
b.    Zn(s) | Zn2+(aq) ||2Ag+(aq) | 2Ag(s)
c.     Zn2+(aq) | Zn(s) || 2Ag2+(aq) | 2Ag(s)
d.     2Ag2+(aq) | 2Ag(s) || Zn2+(aq) | Zn(s)
e.     2Ag(s)| Zn2+(aq) || 2Ag2+(aq) | Zn(s)
Alasan Menjawab :
i)       Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi   oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.
Notasi sel dituliskan : anode | ion || ion | katode
ii)      Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.
Notasi sel dituliskan : anode | ion || katode| ion
iii)    Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.
Notasi sel dituliskan : ion| anode || ion | katode
iv)    Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.
Notasi sel dituliskan : ion| anode || katode| ion
PEMBAHASAN
1, 2.     Jawaban butir soal nomor 1, dan 2 diselesaikan dengan melihat perbandingan harga E0sel. Jika harga E0sel lebih kecil maka reaksi berlangsung di anode (kutub negatif), sebaliknya jika harga E0sel lebih besar maka reaksi berlangsung di katode (kutub positif). Reaksi yang berlangsung pada anode adalah reaksi oksidasi, dan reaksi yang berlangsung pada katode adalah reaksi reduksi. Berdasarkan teori penerimaan dan pelepasan elektron, maka cara penulisan reaksi yang berlangsung di anode (kutub negatif) yaitu: unsur –> ion + elektron, sedangkan di katode (kutub positif) yaitu: ion + elektron –> unsur.
Berdasarkan gambar dan keterangan tentang sel volta yang diberikan di bawah ini:

Ag+(aq) + e- –> Ag(s)      Eo = +0,80 V
Zn2+(aq) + 2e- –> Zn(s)     Eo = -0,76 V
Maka reaksi yang berlangsung di anode dan katode ditentukan dengan cara sebagai berikut:

Karena reaksi  Zn2+(aq) + 2e- –> Zn(s) menghasilkan Eosel negatif yaitu -0,76 V maka reaksi ini berlangsung di anode sehingga reaksinya menjadi Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e- sedangkan reaksi Ag+(aq) + e- –> Ag(s) denganEoselpositif yaitu +0,80 V berlangsung di katode.        
3.      Jawaban butir soal nomor 13 diselesaikan dengan cara menuliskan notasi/diagram sel dengan urutan sebagai berikut:”anode|ion || ion|katode”. Pada reaksi sel yang menghasilkan Eosel positif.



Ag+(aq) + e- –> Ag(s)                   Eo = +0,80 V             x 2    à katode
Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e-                Eo = +0,76 V             x 1    à anode
__________________________________
2Ag+(aq) + 2e-–> 2Ag(s)           Eo = +1,60 V          –> katode
Zn(s) –>Zn2+(aq) + 2e-                Eo = + 0,76 V         –> anode
__________________________________ +
Zn + 2Ag+ –> Zn2+ + 2Ag     Eo = + 2,36 V
Sehingga urutan penulisan diagram sel adalah sebagai berikut:
Zn | Zn2+ || 2Ag+|2Ag
Proses yang terjadi:
Lempeng logam Zn dicelupkan dalam larutan yang mengandung ion Zn2+ (ZnSO4)
Lempeng logam Cu dicelupkan dalam larutan yang mengandung ion Cu2+ (CuSO4)
→ logam zink yang dicelupkan dalam larutan melarut ZnSO4 akan melepaskan elektron (lebih mudah teroksidasi)
Zn (s) → Zn2+ (aq) + 2e
→ elektron mengalir melalui jembatan garam dan akan diambil oleh ion Cu2+ sehingga logam Cu akan mengendap
Cu2+ (aq) + 2e → Cu (s)
→ dengan perubahan Cu2+ menjadi Cu, maka dalam larutan CuSO4 terdapat kelebihan ion SO42-,sehingga ion-ion ini akan mengalir ke larutan ZnSO4 melalui jembatan garam, untuk mengimbangi Zn2+
→ Reaksi berlangsung terus hingga salah satu pereaksi (Zn/Cu) habis.
Notasi sel
Notasi yang menyatakan secara singkat susunan sebuah sel volta
            anoda | ion dalam larutan || ion dalam larutan | katoda
     tanda | → menyatakan batas antarfase
     tanda || → menyatakan jembatan garam
Penulisan notasi sel untuk contoh diagram sel yang telah diuraikan, sbb;
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu

LAPORAN KIMIA TENTANG HIDROLISIS


                           LAPORAN  ATAU MAKALAH KIMIA  TENTANG HIDROLISIS

                                                     KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk rahmat dan karunia-Nya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan laporan ini. Ada pun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran kimia. Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini banyak kekurangannya, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Demikian laporan ini kami susun , semoga bermanfaat bagi kita semua.

Parung, 04 April 2012

       
       Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Garam adalah suatu zat hasil reaksi antara asam dan basa. Jika garam dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Ion-ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah akan mengalami hidrolisis.
Hidrolisis adalah reaksi antara kation atau anion dengan molekul air sehingga dihasilkan H+ atau OH-.


B. TUJUAN
Ø Menyelidiki sifat asam atau basa pada berbagai jenis larutan garam.


BAB II
PRAKTIKUM KIMIA

1.      REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

A.    ALAT DAN BAHAN

No
ALAT
BAHAN
1
Tabung reaksi
Larutan  NaCl 0,1 M
2
Pipet volume
Larutan CH3COONA 0,1 M
3
Karet pengisap
Larutan NH4Cl 0,1 M
4
Ph indikator
Larutan (NH4)2SO4 0,1 M
5
Kertas lakmus





B.     CARA KERJA
a. Masukan sebanyak 5 mL larutan NaCl 0,1 m pada tabung reaksi 1
    Masukan sebanyak 5 mL larutan CH3COONA 0,1 M pada tabung reaksi 2
    M asukan sebanyak 5 mL larutan NH4CL 0,1 M pada tabung reaksi 3
    Masukan sebanyak 5 mL larutan (NH4)2SO4 O,1 M pada tabung reaksi 4
b. Uji tiap-tiap tabung dengan lakmus merah dan lakmus biru
c. Uji larutan dengan PH indikatoruntuk mengetahui PH nya
d. catat tiap-tiap pengamatan


C.    PENGAMATAN


Tabung
Reaksi


Larutan Garam


Perubahan Warna Indikator

Ph Larutan

Asam/Basa/
Netral
Lakmus Merah
Lakmus Biru
1
NaCl 0,1 m

Merah
Biru
7
Netral
2
CH3COONA 0,1 M

Biru
Biru
8
Basa
3
NH4CL 0,1 M

Merah
Merah
5
Asam
4
 (NH4)2SO4 O,1 M

Merah
Merah
5
Asam


D.    PERTANYAAN

1.      Uraikan komponen senyawa pembentuk dar masing-masing garam !
2.      Apakah sifat asam/basa/netral larutan garam tersebut ada kaitannya dengan senyawa pembentuk garamnya ?
3.      Mengapa larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam /
4.       Bandingkan hasil eksperimen kelompok anda dengan kelompok yang lain !

E.     JAWABAN




BAB III
PENUTUP

       KESIMPULAN

Jadi dari hasil percobaan diketahui bahwa sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatif asam-basa penyusunnya.
Ø  Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral
Ø  Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam
Ø  Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa
Ø  Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi asam dan ionisasi basanya ( Ka dan Kb)


      SARAN

Dalam melakukan penulisan laporan ini penulis menyarankan agar laporan ini digunakan semestinya dan mudah-mudahan berguna bagi yang membacanya.





Nama Kelompok

  1. PRAYOGA RAHMAT
  2. ROSITA
  3. DINDA NOVIYANTI
  4. LAELA DEWI SARTIKA
  5. RIFAL GUSTI
                              
                                               XI IPA 3